Kuark: Mendekatkan sains melalui majalah

Mendekatkan sains kepada siswa SD agar suatu saat bangsa ini memiliki ilmuwan-ilmuwan yang mumpuni menjadi mimpi yang terus berupaya diwujudkan Sanny Djohan. Kecintaan pada sains bagi siswa SD itu ditumbuhkan dengan menghadirkan komik Kuark yang membuat pelajaran sains jadi menyenangkan buat anak-anak, orangtua, dan guru.

Demi membuat citra pelajaran sains tak menyeramkan dan hanya cocok buat anak-anak pandai, sejak tahun 2003 Sanny menghadirkan pembelajaran sains lewat majalah berbentuk komik dengan dialog interaktif. Dalam majalah sains bulanan yang dibagi tiga level, untuk kelas I-II, kelas III-IV, dan kelas V-VI, itu tersedia banyak percobaan sains yang dikemas dalam permainan sehingga anak-anak usia SD tanpa sadar paham konsep-konsep sains.
Baca lebih lanjut

Beberapa Negara Tertarik Pembinaan Tim Olimpiade Fisika Indonesia

Menurut Ketua Pembina Tim OFI, Hendra Kwee, tim Olimpiade Indonesia banyak mendapatkan pujian dari kontingen negara lain. Menurut dia, banyak negara yang ingin belajar kepada tim OFI.  Indonesia.

“Tim dari Arab Saudi, Malaysia, Mongolia, dan banyak lagi sudah melakuakan pendekatan dan pembicaraan dengan kami,” ucapnya. Mereka salut kepada tim Indonesia yang bisa meraih prestasi sangat bagus jika dibandingkan dengan status Indonesia yang merupakan negara berkembang.

Tim Olimpiade Indonesia sendiri mengirimkan lima orang siswa yang seluruhnya berhasil meraih medali. Kelima siswa tersebut, yaitu Muhammad Sohibul Maromi, siswa SMAN 1 Pamekasan, Madura (medali emas), David Giovanni siswa SMAK Penabur Gading Serpong, Banten (medali emas), Kevin Soedyatmiko, siswa SMAN 12 Jakarta (medali emas), Christian George Emor, siswa SMA Lokon St  Nikolaus Tomohon, Sulawesi Utara (medali emas), dan Ahmad Ataka Awwalur Rizqi, siswa SMAN 1 Yogyakarta (medali perak).

Olimpiade tahun ini diikuti oleh lebih banyak negara. Pada tahun ini, ada 82 negara dengan jumlah peserta sekitar 376 siswa. “Bandingkan tahun lalu yang hanya diikuti oleh 70 negara saja, tentu persaingan yang dihadapi saat ini lebih berat,” ucap Hendra yang juga merupakan alumnus Tim OFI tahun 1997, saat berada di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, Senin (26/7).

Menurut Hendra, raihan yang dicapai anak-anak berbakat Indonesia tersebut merupakan hasil pembinaan selama delapan bulan yang dilakukan secara intensif oleh Surya Institute yang didirikan oleh Prof Yohannes Surya dan didanai oleh Kementerian Pendidikan Nasional. Menurut dia, selama masa pembinaan, mereka menerapkan metode gasing (gampang asyik dan menyenangkan) yang membuat pelajaran fisika tidak lagi menjadi sesuatu momok yang harus ditakutkan.

Menanggapi keberhasilan Tim Olimpiade Fisika Indonesia tersebut, Kasubid Direktorat Kesiswaan SMA, Kemendiknas, Muklis Catio, mengatakan hasil tersebut menunjukkan suatu peningkatan yang luar biasa kalau dibandingkan dengan hasil yang diperoleh di ajang sebelumnya di Merida, Meksiko yang hanya meraih 1 emas, 3 perak, dan 1 perunggu. Namun, Muklis tetap mengingatkan supaya hasil yang diraih kali ini tidak membuat terlena.

Sumber: http://www.republika.co.id