UN 2010/2011 Tetap Dilaksanakan

Komisi X melakukan evaluasi pelaksanaan Ujian Negara (UN) untuk menetapkan kebijakan UN 2011. Komisi bidang Pendidikan itu dan Pemerintah sependapat adanya 3 opsi yang harus dikaji lebih lanjut terhadap pelaksanaan Ujian Nasional 2011.

“Rekomendasi terhadap 3 opsi tersebut menjadi bahan pertimbangan bagi Panja Evaluasi UN untuk menentukan sikap terhadap kebijakan pendidikan nasional secara umum dan pelaksanaan UN Tahun 2011” kata wakil Ketua Komisi X Rully Chairul Azwar (F-PG), Senin (4/10), di Gedung DPR, Jakarta.

Adanya 3 opsi yang harus dikaji lebih lanjut terhadap pelaksanaan UN 2011. Opsi pertama menyetujui pelaksanaan UN Tahun 2011, Opsi Kedua menyetujui pelaksanaan UN 2011 dengan beberapa syarat penyempurnaan, dan opsi ketiga menunda UN 2011 apabila hasil UN tetap menjadi penentu kelulusan pendidikan nasional.

Selain itu, Rapat kerja yang dipimpin Ketua Komisi X Mahyuddin (F-PD) mendesak Pemarintah c.q. Kementerian Pendidikan Nasional memenuhi amar Putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor 2596 K/Pdt/2008, yaitu dengan meningkatkan kualitas tenaga pendidik, kelengkapan sarana dan prasarana, akses informasi yang lengkap, serta meninjau kembali Sistem Pendidikan Nasional.

Di Balik Naiknya Standar Nilai Kelulusan UN 2009

Untuk tahun ini (2009) pemerintah menaikkan standar nilai kelulusan UN yang semula rata-rata minimal 5,25 menjadi 5,50. Walaupun standar nilai kelulus UN dinaikkan, pemerintah memberi kelonggaran tentang jumlah maple yang nilainya 4,00. Pada tahun lalu (2008) hanya 1 mapel yang boleh memperoleh nilai empat, tetapi sekarang boleh 2 mapel yang memperoleh nilai 4,00. Kebijakan ini tertuang dalam Permendiknas No. 77 tahun 2008 tentang Ujian Nasional Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA) tahun pelajaran 2008/2009 ( download di sini ), pasal 14 ayat (1) :

Peserta UN dinyatakan lulus jika memenuhi standar kelulusan UN sebagai berikut: memiliki nilai rata-rata minimal 5,50 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan, dengan nilai minimal 4,00 untuk paling banyak dua mata pelajaran lainnya dan minimal 4,25 untuk mata pelajaran lainnya.

 

Atau dalam Permendiknas No. 78 tahun 2008 tentang Ujian Nasional SMP/MTs/SMPLB/, SMALB, dan SMK tahun pelajaran 2008/2009 pasal 16 ayat (1) a:

Peserta UN dinyatakan lulus jika memenuhi standar kelulusan UN sebagai berikut: memiliki nilai rata-rata minimal 5,50 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan, dengan nilai minimal 4,00 untuk paling banyak dua mata pelajaran lainnya dan minimal 4,25 untuk mata pelajaran lainnya.

 

Siapa sajakah siswa atau peserta UN 2009 yang dinyatakan lulus? Coba perhatikan simulasi berikut.

Contoh untuk siswa SMP/MTs

 

Mapel Siswa A Siswa B Siswa C Siswa D
Bhs. Indo 5,50 9,20 10 4,00
Bhs. Ingg 5,50 4,00 8,25 4,00
Matematika 5,50 4,50 3,95 4,20
IPA 5,50 9,90 8,65 10
Rata-rata 5,50 6,9 7,71 5,55
Hasil UN lulus lulus Tidak lulus Tidak lulus

 

Mengapa siswa C tidak lulus, padahal nilai rata-ratanya di atas 5,5? Karena siswa C memiliki nilai di bawah angka 4,00, yaitu 3,95.

 

Mengapa siswa D tidak lulus padahal nilai rata-ratanya di atas 5,50? Karena dia punya dua mepal bernilai 4,00 dan satu mapel dengan nilai 4,20. Kalau seorang siswa sudah mempunyai nilai 4,00 sejumlah 2 mapel maka mapel lainnya nilainya minimal 4,25.