Ganti Brain Memory dengan Muscle Memory

Sistem pendidikan di Indonesia yang mengutamakan brain memory menyebabkan anak-anak Indonesia hanya mahir di bidang teori, namun tidak pada praktek. Padahal metode tersebut salah. Metode pendidikan yang tepat ialah muscle memory di mana anak-anak diajak menyeimbangkan antara teori dan praktek. Namun untuk mencapai kesusksesan metode tersebut harus dimulai dari perubahan kultur kelas.
Muscle memory sendiri didapat karena orang tersebut terlibat latihan dan bukan hanya sekadar menghafal.

Menurut Prof Rhenald Kasali, Ph.D, Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) di sela acara Education Fair SMA Kanisius, Jakarta, Kamis (23/9/2010), kebanyakan sekolah hanya menerapkan brain memory. Yaitu hanya sebatas teori, menghafal rumus, mengetahui formula atau rumus, dan bukan menjalankan rumus atau menguji sendiri di lapangan.
Baca lebih lanjut