Bedah Kisi-Kisi UN SD 2011/2012

Beberapa hari yang lalu BSNP telah mengeluarkan Kisi-Kisi Ujian Nasional SD Tahun Pelajaran 2011/2012 melalui Peraturan Badan Standar Nasional Pendidikan Nomor 013/P/BSNP/XII/2011, lengkap dengan Permendiknas tentang Kriteria Kelulusan UN dan POS UN 2011/2012 (download di sini). Pemerintah mengeluarkan kisi-kisi itu bermaksud agar para siswa dan guru siap menghadapai UN sehingga hasilnya memuaskan, tidak hanya lulus UN.

Setelah dicermati dengan saksama terdapat perbedaan yang signifikans antara SKL UN 2010/2011 dengan Kisi-Kisi UN 2011/2012. Untuk mapel Bahasa Indonesia ada perubahan 90%, Matematika 70%, dan IPA 50%. Dibawah ini kami sajikan perbedaan itu (khusus Matematika dan IPA, maaf yang Bahasa Indonesia belum sempat mencermati)

Perbedaan Kisi-Kisi UN SD

  1. Matematika

No.

No. indk

Kisi-Kisi UN lama

No. indk

Kisi-Kisi UN baru

Keterangan

1. 1.

 

 

 

 

 

2.

Siswa dapat menentukan hasil operasi hitung

penjumlahan dan pengurangan pada bilangan cacah.

 

Siswa dapat menentukan hasil operasi hitung perkalian

dan pembagian pada bilangan cacah.

 

1. Siswa dapat menentukan hasil operasi hitung campuran

bilangan cacah.

Perubahan dari khusus ke umum
2. 4.

 

 

 

 

 

 

Siswa dapat menyelesaikan permasalahan sehari-hari

yang berkaitan dengan operasi hitung perkalian dan

pembagian pada bilangan cacah

2. Siswa dapat menyelesaikan soal cerita yang berkaitan

dengan operasi hitung campuran bilangan cacah

Hitungan baku à soal cerita
3. 15.

 

 

 

 

16.

Siswa dapat menyelesaikan permasalahan sehari-hari

yang menggunakan perbandingan.

 

Siswa dapat menyelesaikan permasalahan sehari-hari

yang menggunakan perhitungan skala.

6. Siswa dapat menyelesaikan soal cerita sederhana yang

berkaitan dengan skala atau perbandingan lainnya.

Ada penggabungan indikator
4.     7. Siswa dapat menentukan urutan berbagai bentuk pecahan

dari besar ke kecil atau sebaliknya.

Baru
5. 11.

 

 

 

 

13.

Siswa dapat menentukan nilai KPK dari tiga bilangan

dua angka.

 

 

Siswa dapat menentukan nilai FPB dari tiga bilangan

dua angka.

8.

 

 

 

 

9.

Disajikan dua buah bilangan, siswa dapat menentukan

KPK atau FPB dalam bentuk faktorisasinya.

 

Disajikan tiga buah bilangan dua angka, siswa dapat

menentukan FPB atau KPK-nya.

Ada penggabungan indikator
6. 17. Siswa dapat menentukan hasil operasi hitung

penjumlahan atau pengurangan bilangan pangkat dua

dan akar pangkat dua

12. Siswa dapat menentukan hasil operasi hitung

penjumlahan atau pengurangan bilangan pangkat dua.

Pengurangan indikator
7.     13. Siswa dapat menentukan hasil penarikan akar pangkat

tiga dari suatu bilangan pangkat tiga.

Baru
8.     14. Siswa dapat penyelesaikan masalah yang berkaitan

dengan penarikan akar pangkat tiga.

Baru
9. 19.

 

 

 

 

 

 

 

20.

Siswa dapat menyelesaikan permasalahan sehari-hari

yang berkaitan dengan operasi hitung penjumlahan

atau pengurangan pada dua satuan waktu yang

berbeda.

 

Siswa dapat menyelesaikan permasalahan sehari-hari

yang berkaitan dengan penjumlahan atau

pengurangan pada tiga satuan panjang yang berbeda.

15. Siswa dapat menentukan hasil penjumlahan dan

pengurangan ukuran waktu dengan satuan yang berbeda

atau ukuran panjang satuan panjang yang berbeda yang

disajikan dalam soal cerita sederhana.

Ada penggabungan indikator dan tidak ditentukan banyaknya satuan waktu dan satuan panjang
10. 23. Siswa dapat menyelesaikan permasalahan sehari-hari

yang berkaitan dengan operasi hitung dari dua satuan

volume yang berbeda

16. Siswa dapat menyelesaikan permasalahan yang berkaitan

dengan satuan debit atau satuan volum

Banyak satuan volume tidak ditentukan, tambahan debit
11. 21.

 

 

 

 

 

 

22.

Siswa dapat menyelesaikan permasalahan sehari-hari

yang berkaitan dengan operasi hitung dari tiga satuan

berat yang berbeda.

 

Siswa dapat menyelesaikan permasalahan sehari-hari

yang berkaitan dengan operasi hitung dari dua satuan

luas yang berbeda.

17. Siswa dapat menentukan penyelesaian masalah yang

berkaitan dengan ukuran berat atau satuan luas

Ada penggabungan indikator dan tidak ditentukan banyaknya satuan berat dan satuan luas
12. 25. Siswa dapat menentukan nama suatu bangun datar

berdasarkan sifat-sifat bangun yang diketahui.

19. Siswa dapat menentukan bentuk bangun datar dari

beberapa sifat-sifat bangun yang disajikan atau

sebaliknya.

Soal bisa kebalikannya (menentukan nama bangun atau sifat-sifat bangun
13. 26. Siswa dapat menentukan banyak sisi atau titik sudut

dari suatu gambar bangun ruang yang disajikan

17. Siswa dapat menentukan unsur-unsur yang ada pada

bangun ruang yang disajikan (titik sudut, sisi, atau

rusuk).

Tambahan tentang rusuk
14.     22. Siswa dapat menentukan satu pasang bangun yang sama

dan sebangun dari beberapa gambar yang disajikan.

Baru
15. 33. Siswa dapat menentukan bentuk jaring-jaring kubus

atau balok

23. Siswa dapat menentukan jaring-jaring suatu bangun

ruang.

Jenis bangun ruang  tidak ditentukan
16.     24. Disajikan gambar bangun datar dengan ukuran yang

ditentukan siswa dapat menghitung luasnya.

Baru
17. 32. Siswa dapat menentukan luas dari gabungan dua

bangun datar yang disajikan gambar beserta

ukurannya.

25. Siswa dapat menentukan luas gabungan atau irisan dari

dua bangun datar sederhana.

Ada tambahan indikator
18.     26. Siswa dapat menentukan luas bagian lingkaran (misal

setengah lingkaran).

Baru
19. 34. Siswa dapat menentukan volume dari bangun ruang

sisi datar (balok atau kubus) yang disajikan gambar

beserta ukurannya.

27. Siswa dapat menyelesaikan soal cerita yang berkaitan

dengan volum kubus atau balok.

Dibuat soal cerita
20.     28. Siswa dapat menentukan volume prisma segitiga dari

suatu gambar yang ukurannya diketahui.

Baru
21.     29. Siswa dapat menentukan volume tabung dari suatu

gambar tabung yang ukurannya diketahui.

Baru
22. 36. Siswa dapat menentukan nama bangun datar yang

terbentuk dari titik-titik koordinat yang diberikan.

30. Diberikan beberapa titik pada bidang koordinat, siswa

dapat menentukan koordinat salah satu titik.

Permasalahan dibalik
23. 38. Siswa dapat menentukan salah satu unsur yang belum

diketahui dari gambar diagram lingkaran yang

disajikan.

34. Siswa dapat menentukan salah satu unsur dari data yang

disajikan dalam bentuk diagram batang atau lingkaran.

Tambahan indikator
24.     33. Siswa dapat menentukan diagram batang dari data yang

disajikan dalam bentuk tabel.

Baru
25.     32. Siswa dapat menentukan banyak data pada diagram

lingkaran yang disajikan (data dari persentase atau besar

sudut tertentu).

Baru
26. 39. Siswa dapat menentukan nilai rata-rata dari

sekumpulan data yang disediakan.

35. Siswa dapat menentukan nilai rata-rata dari sekumpulan

data (rentang banyak data 6 – 10 data).

Rentang data ditentukan
27.     36. Siswa dapat menentukan nilai rata-rata dari data

berbentuk tabel (banyak data kurang dari 20 data).

Baru
28.     37. Siswa dapat menghitung nilai rata-rata dari sajian data

berbentuk diagram batang

Baru
29.     38. Siswa dapat menentukan nilai median dari sekumpulan

data tunggal yang disajikan.

Baru
30.     40. Siswa dapat menentukan nilai tertinggi atau terendah dari

data yang disajikan.

Baru

2. IPA

No.

No. indk

Kisi-Kisi UN lama

No. indk

Kisi-Kisi UN baru

Keterangan

1. 1.

 

 

 

 

 

 

Disajikan gambar hewan/tumbuhan tertentu, siswa  dapat menjelaskan ciri khusus yang ada pada

hewan/tumbuhan tersebut.

 

1. Siswa dapat menjelaskan fungsi dari ciri khusus pada

hewan/tumbuhan tertentu

Yang ditanyakan fungsi ciri khusus
2. 2.

 

 

 

 

 

 

Disajikan beberapa nama tumbuhan/hewan dalam satu kelompok, siswa dapat menentukan tumbuhan/hewan

lain yang termasuk dalam kelompok itu.

2. Disajikan contoh beberapa tumbuhan/hewan dalam satu kelompok, siswa dapat menentukan dasar

pengelompokan dari tumbuhan/hewan tersebut

Yang ditanyakan dasar pengelompokan
3. 4. Siswa dapat menentukan manfaat bagian dari tubuh

hewan/tumbuhan tertentu bagi manusia dan

lingkungannya.

3. Siswa dapat menjelaskan manfaat hewan/tumbuhan bagi kehidupan manusia/lingkungan Manfaat hewan/tumbuhan secara keseluruhan bukan bagiannya
4. 3. Disajikan gambar tumbuhan, siswa dapat menentukan

cara perkembangbiakannya.

5. Disajikan gambar hewan/tumbuhan, siswa dapat menentukan cara perkembangbiakannya Objeknya tumbuhan/hewan
5.     6. Siswa dapat mengidentifikasi ciri-ciri perkembangan

fisik pada manusia

Baru
6.     7. Siswa dapat mengidentifikasi daur hidup hewan Baru
7. 16. Siswa dapat menentukan peran makhluk hidup tertentu

dalam suatu ekosistem.

10. Siswa dapat menentukan peran komponen ekosistem

berdasarkan gambar rantai makanan

Fokus peran dalam rantai makanan
8.     11. Siswa dapat menjelaskan pengaruh kegiatan manusia

terhadap keseimbangan lingkungan

Baru
9. 20. Siswa dapat mengidentifikasi bentuk adaptasi pada

hewan/ tumbuhan tertentu untuk kelangsungan  hidupnya.

 

12. Siswa dapat menjelaskan tujuan adaptasi pada

hewan/tumbuhan tertentu

Yang ditanyakan Tujuan adaptasi
10. 13. Siswa dapat menjelaskan fungsi organ pada

tumbuhan.

13. Siswa dapat menjelaskan fungsi organ pada tumbuhan

berdasarkan strukturnya

Fungsi organ berdasarkan strukturnya
11. 11. Disajikan gambar alat pencernaan manusia, siswa

dapat menentukan fungsi organ atau saluran

pencernaan yang ditandai.

16. Disajikan gambar alat pencernaan manusia, siswa dapat  menjelaskan proses yang dilakukan enzim/zat

pencernaan yang dihasilkan oleh bagian yang ditunjuk

Fungsi enzim
12. 15. Siswa dapat menjelaskan cara pencegahan penyakit

menular pada manusia.

20. Siswa dapat menjelaskan cara pecegahan salah satu jenis penyakit pada manusia Pencegahan penyk menular dan tidak menular
13.     22. Siswa dapat menyebutkan sifat-sifat bahan untuk

keperluan tertentu atau dapat menyebutkan bahan dasar benda tertentu

Baru
14.     28. Disajikan gambar alat musik, siswa dapat menunjukkan

sumber bunyi dari alat tersebut

Baru
15.     30. Disajikan gambar/

pernyataan, siswa dapat menentukan perubahan energi yang terjadi

Baru
16. 29. Disajikan gambar rangkaian listrik terdiri dari beberapa

lampu, siswa dapat menentukan lampu yang

menyala/tidak menyala jika salah satu lampu diputus.

32. Disajikan gambar rangkaian listrik, siswa dapat

menentukan lampu yang menyala/mati jika salah satu

saklar diputus/disambung

Sakelar buka/tutup dan pengaruhnya thd nyala lampu
17.     33. Siswa dapat mengidentifikasi jenis-jenis tanah Baru
18. 35. Disajikan pernyataan tentang pemanfaatan salah satu jenis sumber daya alam, siswa dapat menentukan

jenis sumber daya alam yang digunakan.

34. Disajikan gambar/

pernyataan, siswa dapat menentukan manfaat salah satu jenis sumber daya alam

Manfaat  SDA
19. 36. Siswa dapat menyebutkan salah satu kegiatan yang

dapat merusak kelestarian sumber daya alam atau

dapat menentukan cara untuk melestarikan sumber

daya alam

35. Siswa dapat menyebutkan salah satu kegiatan manusia

yang dapat mengubah permukaan bumi (pertanian,

perkotaan, dsb)

Fokus pada kegiatan yang merusak/mengubah permukaan bumi
20.     36. Siswa dapat mengelompokkan jenis sumber daya alam

yang dapat diperbaharui/

tidak dapat diperbaharui.

Baru
21. 38. Siswa dapat menentukan urutan tata letak atau ciri-ciri planet dalam tata surya 37. Menentukan nama planet/ciri-ciri planet dalam tata surya Ditanyakan nama/ciri-ciri planet
22.     39. Siswa dapat mengidentifikasi gambar terjadinya gerhana

matahari/bulan atau menjelaskan terjadinya gerhana matahari/bulan.

Baru

Bagi teman-teman guru, silakan mencermati untuk mempersiapkan anak-anak agar tepat dalam belajar. Pengalaman penulis soal-soal yang keluar di UN 100% dibuat berdasarkan Kisi-kisi tersebut. Semoga bermanfaat.

Iklan

Kisi-Kisi UN tahun 2011/2012

Beberapa hari yang lalu yaitu dalam Lokakarya Manajemen Penyelenggaraan Ujian Nasional 2012, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemendikbud, Khairil Anwar Notodisaputro menjelaskan, pemberian kisi-kisi soal UN 2012 akan diberikan ke sekolah pada akhir tahun 2011 ini. Hal itu dilakukan untuk membantu sekolah dan para siswa lebih siap menghadapi UN tahun depan.

Hari ini Jumat, 16 Desember 2011 kisi-kisi Ujian Nasional itu sudah dapat diunduh di situs resminya BSNP, atau Anda dapat mendownloadnya di sini, kisi-kisi UN SD/MI 2011/2012 dan Kisi-kisi UN 2011/2012 untuk SMP/SMA/SMK. Nah,bagi rekan-rekan Guru di seuruh Indonesia selamat mempersiapkan soal-soal yang sesuai kisi-kisi UN 2011/2012 untuk membekali anak didik sehingga dapat menaklukkan soal-soal UN 2011/2012.

Sekadar mengingatkan saja bagi yang belum mempunyai jadwal UN 2012 silakan melihat kembali.

JADWAL UJIAN NASIONAL 2012

 

No JENJANG PENDIDIKAN WAKTU PELAKSANAAN UN PENENTUAN KELULUSAN
UTAMA SUSULAN
1 SMA/MA dan SMK 16 – 19 April 2012 23 – 26 April 2012 24 Mei 2012
2 SMP/MTs dan SMPLB 23 – 26 April 2012 30 April – 4 Mei 2012 2 Juni 2012
3 SD/MI DAN SDLB 7 – 9 Mei 2012 14 – 16 Mei 2912 Kewenangan Provinsi

 

Kisi-Kisi Soal UN Dibagikan Akhir Tahun Ini

JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan mempercepat waktu pemberian kisi-kisi soal ujian nasional (UN) 2012. Kisi-kisi soal akan diberikan pada akhir tahun 2011 ini. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud Khairil Anwar Notodiputro mengatakan, hal itu dilakukan untuk membantu sekolah dan para siswa lebih siap menghadapi UN tahun depan.

Khairil menjelaskan, rencana tersebut merupakan langkah untuk meningkatkan akseptabilitas, dan juga merupakan jawaban atas banyaknya masukan terkait penyelenggaraan UN. Dari sekian banyak masukan, yang kemudian dijadikan fokus oleh Balitbang Kemdikbud adalah akseptabilitas, kualitas, dan efektifitas penyelenggaraan UN.

“Dari sekian banyak rekomendasi yang disampaikan, yang paling banyak dipersoalkan adalah akseptabilitasnya,” kata Khairil, kepada Kompas.com, Senin (7/11/2011), di Kemdikbud Jakarta.

Peningkatan akseptabilitas UN dinilai akan meminimalisir “ketakutan” para siswa dan guru saat akan menghadapi UN. Cara yang ditempuh adalah dengan melakukan dialog secara lebih intensif, dan memberikan kisi-kisi UN secepatnya.

Pemberian kisi-kisi UN juga bertujuan agar memudahkan pusat memberikan arahan kepada dinas pendidikan daerah dan guru-guru di sekolah agar pembuatan soal-soal ujian di sekolah merujuk dan disesuaikan dengan kisi-kisi UN yang diberikan.

“Ketakutan itu akan memicu penolakan. Untuk menekan itu, kita berencana menyampaikan kisi-kisi secepatnya. Jika dulu berbarengan, maka sekarang kisi-kisi UN 2012 akan kita berikan di tahun 2011, ini agar tercipta keselarasan soal dan membuat siswa terbiasa dengan soal yang akan diberikan” jelasnya.

Selain itu, hal lain yang akan dipertegas adalah memberikan pemahaman kepada seluruh masyarakat bahwa UN bukanlah satu-satunya penentu kelulusan. Meski proporsi penilaiannya membuat nilai UN mendominasi kelulusan, yaitu 60 persen nilai UN dan 40 persen nilai sekolah.

“Saya harap UN 2012 bisa lebih santai dan diterima. Secara politik, proporsi 60:40 itu sudah diterima, dan baru akan dievaluasi apakah tetap digunakan atau akan diubah setelah dua tahun digunakan, yaitu pada 2013,” tuturnya.

“Nilai-nilai UN yang rendah juga dalam proses pengkajian. Ujungnya kita berharap ada kebijakan berdasarkan pengkajian mengapa nilainya menjadi rendah, apakah soal yang terlalu susah atau ada penyebab lain,” tambah Khairil.

Mendiknas Simulasikan Nilai UN




Simulasi UNFormula nilai akhir penentu kelulusan siswa sekolah menengah pertama (SMP) dan sederajat, serta sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat, ditetapkan dengan menggabungkan nilai mata pelajaran ujian nasional (UN) dengan nilai sekolah. Nilai akhir adalah pembobotan 60 persen nilai UN ditambah 40 persen nilai sekolah. Formula ini akan digunakan pada UN Tahun Pelajaran 2010/2011.Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh menyampaikan hal tersebut pada jumpa pers akhir tahun di Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas), Jakarta, Kamis (30/12). Mendiknas mengatakan, formula UN merupakan hasil kesepakatan bersama Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) selaku penyelenggara UN dan atas rekomendasi Dewan Perwakilan Rakyat. “Kalau dulu UN sendiri dinilai hasilnya berapa. Kalau dia memenuhi 5,5 ke atas lulus. Pada 2011 dikombinasikan antara ujian yang dilakukan secara nasional, dengan prestasi atau capaian waktu dia sekolah kelas 1,2, dan 3,” katanya.
Baca lebih lanjut

BSNP Siap Sosialisasikan Permendiknas UN 2011 dan Kriteria Kelulusan Peserta Didik 2010/2011

Quantcast

Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) siap menyosialisasikan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 45 Tahun 2010 tentang Kriteria Kelulusan dan Permendiknas Nomor 46 tentang Pelaksanaan UN SMP dan SMA Tahun Pelajaran 2010/2011. Permendiknas itu telah ditandatangani Mendiknas Mohammad Nuh beberapa waktu lalu.

“Dengan adanya Permendiknas, BSNP siap melakukan sosialisasi pada awal Januari ini. Target sosialisasi adalah agar Permendiknas dan prosedur operasi standar ditindaklanjuti oleh seluruh provinsi kabupaten/kota dan sekolah,” kata anggota BSNP Mungin Edy Wibowo, Selasa (4/1).
Baca lebih lanjut

Formula Nilai Kelulusan UN 2011

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemerintah dan Badan Standar Pendidikan Nasional telah siap dengan formula baru penilaian kelulusan siswa dari satuan pendidikan. Untuk itu, pelaksanaan ujian nasional tahun ajaran 2010/2011 hanya dilaksanakan satu kali pada bulan Mei 2011.
Pada tahun ini UN ulangan ditidakan. Adapun ujian sekolah diadakan sebelum pelaksanaan UN.
Baca lebih lanjut

Agama Islam di Ujian Nasional

YOGYAKARTA, KOMPAS – Pelajaran Agama Islam menjadi salah satu mata uji dalam ujian nasional di seluruh wilayah DI Yogyakarta tahun ajaran 2010. Namun, hasil ujian nasional Agama Islam tidak menjadi syarat mutlak kelulusan pelajar. Sumber lain menulis bahwa Ujian Nasional (UN) Pendidikan Agama Islam (PAI) akhirnya resmi diterapkan pada tahun 2011 mendatang dan berlaku secara nasional, temasuk di provinsi DIY (republika.co.id).

Kepala Bidang Perencanaan dan Standardisasi Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Provinsi DI Yogyakarta Baskara Aji mengatakan, ujian nasional (UN) pelajaran Agama Islam akan diselenggarakan di tingkat SD, SMP, dan SMA/SMK. ”Waktu ujian akan disesuaikan jadwal UN,” katanya, Selasa (14/12).

Diperkirakan, jumlah peserta UN Agama Islam mencapai 130.000 pelajar atau 90 persen dari jumlah pelajar SD sampai SMA/SMK di DIY. Selain agama Islam, belum ada rencana agama lain turut diujikan dalam UN. Ujian untuk agama-agama non-Islam masih akan dilakukan seperti tahun-tahun sebelumnya, yaitu ujian akhir sekolah dengan soal yang dibuat masing-masing sekolah.

Menurut Baskara, UN Agama Islam dilaksanakan karena Kementerian Agama ingin memetakan daya serap pelajaran agama Islam di kalangan pelajar. Untuk itu, sejumlah daerah dipilih sebagai daerah pemetaan, salah satunya DI Yogyakarta. Tahun lalu, UN Agama Islam dilaksanakan di seluruh Bantul.

Karena dimaksudkan untuk pemetaan, hasil UN Agama Islam tidak mutlak menentukan kelulusan pelajar. Sekolah juga berhak menentukan batas minimal kelulusan UN Agama Islam.

Selain itu, nilai UN Agama Islam juga tidak dimaksudkan untuk keperluan mendaftar sekolah di jenjang yang lebih tinggi.

”Hasil UN Agama Islam ini akan terpisah dari lembar surat keterangan hasil ujian nasional yang biasa digunakan untuk mendaftar sekolah,” ucap Baskara.

Perlakuan sama

Terkait hal itu, Kepala SMA Negeri 10 Yogyakarta Timbul Mulyono mengatakan, apabila pelajaran agama menjadi salah satu mata uji, seharusnya semua agama diperlakukan sama. Penyelenggaraan UN hanya untuk satu agama saja dinilai tidak sejalan dengan keberagaman agama di Indonesia.

”Kalau satu diadakan, seharusnya semua juga ada meskipun muridnya hanya satu,” katanya.

Selain itu, penilaian agama tidak bisa dilakukan secara kognitif saja. Penilaian agama sangat berkaitan dengan perilaku sehari-hari. Penilaian secara teoritis saja dikhawatirkan mengurangi kemampuan pelajar mempraktikkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.

Sampai saat ini, ujar Timbul, pihaknya belum menerima kepastian berlangsungnya UN Agama Islam. Padahal, masa penyelenggaraan UN sudah sangat dekat. (IRE)

(sumber: kompas.com; repbulika.co.id)